Sunday, September 20, 2015

KESUSAHAN DAN KEBAHAGIAN BUAH CINTA DARI TUHAN



J
anji suci yang kita ikrarkan kepada Allah sebelum kita lahir ke muka bumi ini sudah menjadi tanda bahwa kita adalah makhluk Tuhan yang siap menerima apapun yang terjadi di muka bumi ini, baik yang berupa kesulitan maupun kesenangan. Sesungguhnya kesusaahan dan kesenangan selalu bergandengan. Tidak ada manusia yang selama-lamanya akan bahagia, begitu juga sebaliknya bahwa tidak ada manusia yang akan selama-lamanya dilanda kesusahan. Allah maha adil dalam mengatur setiap kadar kesusahan dan kebahagian yang diberikan kepada manusia. Dua istilah yang selalu hadir di setiap sendi-sendi kehidupan manusia adalah “Susah dan Senang,”  kedua kata itu adalah bentuk ujian yang diberikan oleh Tuhan pada setiap waktu yang tepat sesuai dengan yang dijadwalkan oleh Allah.
Sahabat pembaca, ketahuilah bahwa kesulitan yang kita dapatkan hari ini adalah bentuk ujian Allah yang diberikan kepada kita agar menjadi orang yang kuat untuk meraih hal yang lebih besar. Namun, tidak jarang diantara kita jatuh terjerembab dalam kesedihan yang mendalam ketika menerima kesulitan hidup. Coba tengongok kembali apa yang difirmankan oleh Tuhan, “Sesungguhnya Allah tidak akan menguji hambanya di luar kemampuannya.” Sahabat, percayalah bahwa apa yang difirmankan oleh Allah tersebut merupakan kebenaran yang tidak bisa terbantahkan oleh  oleh logika sekelas ilmuan manapun. Sesungguhnya yang terpenting adalah sejauh mana hati ini meyakini bukan sejauh mana kepala kita melogikannya. Sesungguhnya kebenaran firman Allah adalah melebihi dari segala logika sehingga tidak bisa dilogikakan.
Lalu apa yang kita harus perbuat jika menerima suatu kesulitan dalam hidup? Bagi manusia yang beriman maka hal pertama yang ia lakukan adalah mengembalikan segala urusannya kepada Allah SWT. Karena jika kesulitan dan cobaan itu kita kembalikkan kepada Allah dengan penuh rasa sabar dan tawakkal maka gerbang solusi agan segera dibukakan oleh Allah SWT. Allah sebagai zat yang tidak ada duanya di jagat raya ini, tentu tidak sama dengan makhluk apapun ketika memberi bantuan, bantuan yang diberikan oleh Allah bersifat tanpa batas, akan tetapi bantuan yang diberikan manusia bersifat terbatas. Maka segala bentuh curahan hati yang kita utarakan kepada Allah akan membuat-Nya semakin suka. Oleh karena itu, sesungguhnya jika dihadapkan dengan berbagai kesusahan maka hal yang pertama kali dilakukan yakni penyerahan diri kepada yang maha kuat, maha pembuat kedamian.  Hal ini juga senada dengan apa yang dikemukakan oleh Nabi Muhammad SAW “Barang siapa yang ingin menjadi manusia yang paling kuat maka bertakwalah”1.
Kesulitan atau cobaan, seiring dengan waktu dan jadwal yang sudah ditentukan oleh Tuhan maka pasti akan datang menghampiri kita. Maka di saat itulah kita tidak bisa menghelak atau bersembunyi dari cobaan itu. Maka sebelum kesulitan atau cobaan itu datang yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan diri untuk menghadapinya baik yang berupa pesiapan mental ataupun fisik. Selain itu, cara menghadapi kesusahan dan kesedihan itu adalah dengan jalan bersabar dan bersyukur. Jika menerima musibah atau kesulitan maka jalani dengan rasa sabar, karena sabar akan membuat hati kita akan tenang dan kuat dalam menerima segala cobaan yang diberikan oleh Allah. Sedangkan rasa syukur diucapkan tatakala kita mendapatkan kebahagiaan. Semakin kita bersyukur maka Allah akan menambah nikmatnya untuk diri kita. Jadi apapun yang kita hadapi di dunia ini kembalikanlah kepada Allah dengan penuh rasa sabar dan syukur.
Berbicara sabar dan syukur maka kedua istilah tersebut tidak memiliki batasan sampai sejauh mana kita harus boleh bersabar dan sampai sejauh mana kita bersyukur. Sabar tidak memiliki batasan karena sabar itu bukanlah angka atau timbangan yang bisa diukur takarannya dan batasannya. Tapi sabar itu adalah sifat yang diberikan oleh Allah kepada munsia agar manusia itu bisa selamat dari segala bentuk cobaan. Semakin kita bersabar maka semkin kita merasa bahagia dalam menjalani hidup ini. Allah juga berpesan kepada kita dalam firmannya “Jadikanlah shalat dan sabar itu sebagai penolongmu.” Merenungi makna ayat tersebut sungguh betapa kuatnya pengaruh kesabaran di dalam menentukan kesalamatan manusia di muka bumi ini. Kuatnya kesabaran yang dimiliki oleh manusia tergantung dari besarnya keimanan yang dimiliki.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa segala bentuk kesulitan dan kebahagiaan semuanya datang dari Allah sebagai bahan ujian kepada kita agar menjadi pribadi yang kuat dalam keadaan apapun. Ujian adalah buah cinta dan kasih sayang Allah kepada hambaNya.

No comments:

Post a Comment

Total Pageviews